4 Abu bandit menyerah di Sulu
Nation

4 Abu bandit menyerah di Sulu

Roel Pareño – Bintang Filipina

29 November 2021 | 12:00 pagi

KOTA ZAMBOANGA, Filipina — Empat bandit Abu Sayyaf yang ditandai dalam kasus penculikan tingkat tinggi termasuk insiden penyanderaan Sipadan baru-baru ini menyerahkan diri kepada militer di Panamao, Sulu.

Para bandit menyerahkan tiga senapan dan pistol ke Brigade Marinir ke-4 yang berbasis di Danau Barangay Seit pada hari Kamis, menurut Kolonel Hernanie Songano, komandan 4MB dan Kelompok Tugas Angkatan Laut Sulu.

Mereka yang menyerah diidentifikasi sebagai Sikal Hussien Juhurin, alias Sikal Hussien; Jumadil Sali, alias Juma; Ibnorajik Aranan Igasan, alias Ibno, dan Marajan Jawae Mahing, alias Marajan.

Mengutip laporan intelijen, Songano mengatakan Juhurin berada di peringkat ke-38 dalam daftar bandit paling dicari polisi Sulu.

Songano mengatakan Juhurin mengakui bahwa keempat kakaknya adalah sub-pemimpin kelompok bandit dan ayahnya, Juhurin Hussein, adalah ajudan dekat pemimpin Abu Sayyaf Radulan Sahiron, alias Putol.

Militer mengatakan Juhurin terlibat dalam penculikan pasangan Jerman yang ditangkap di perairan Puerto Princesa, Palawan pada 2014.

Juhurin juga ditandai dalam penculikan dua orang Kanada di Pulau Samal, Davao pada tahun 2015 serta seorang warga negara Indonesia dan seorang Malaysia pada tahun 2018 dan 2019, masing-masing.

Sementara itu, Sali ditandai dalam penculikan Sipadan, tetapi meninggalkan kelompok setelah pemimpinnya Mujib Susukan tewas dalam operasi militer.

Igasan bertugas sebagai pengintai, pengintai, dan pesuruh Abu Sayyaf selama insiden penculikan di Indonesia dan Malaysia.

Mahing adalah pengikut sub-pemimpin Abu Sayyaf Sansibar Bencio, yang ditangkap di Sabah.

Penyerahan tersebut difasilitasi oleh unit pemerintah daerah berkoordinasi dengan Tim Pendarat Batalyon Marinir, menurut kepala MBLT-7 Letnan Kolonel Eduardo Olaso.


Posted By : hk prize